Saturday, July 25, 2026
Properti - Zona Jatim
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jual Beli Properti
    • Jual Beli Rumah Subsidi
    • Jual Beli Rumah Komersil
  • Arsitektur dan Interior
  • Material dan Bangunan
  • Serba-serbi
  • Berita
  • Jual Beli Properti
    • Jual Beli Rumah Subsidi
    • Jual Beli Rumah Komersil
  • Arsitektur dan Interior
  • Material dan Bangunan
  • Serba-serbi
No Result
View All Result
ZonaJatim Properti
No Result
View All Result
Home Berita

Cicilan Rumah Subsidi 2026 Berpotensi Turun hingga Rp500 Ribu per Bulan, Pekerja Jadi Sasaran Utama

Althaf Alvarazka by Althaf Alvarazka
June 28, 2026
in Berita
0
Cicilan Rumah Subsidi 2026
15
VIEWS
Bagikan ke WhatsApp

ZonaJatim Properti – Wacana cicilan rumah subsidi 2026 yang turun hingga Rp500.000 membuat peluang masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya kalangan pekerja dan buruh, untuk memiliki rumah subsidi diperkirakan semakin terbuka.

Hal ini menyusul usulan perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun yang tengah dibahas pemerintah bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

READ ALSO

KPR 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Bisa Lebih Ringan, Tapi Total Pembayaran Tembus Lebih dari Rp500 Juta

Gaji hingga Rp14 Juta Kini Bisa Beli Rumah Subsidi, Pemerintah Perluas Kriteria MBR Berdasarkan Wilayah

Skema tersebut dibahas dalam Rapat Komite Tapera yang berlangsung di Kementerian Keuangan pada Rabu (24/6/2026). Jika diterapkan, tenor yang lebih panjang diyakini dapat menekan besaran angsuran bulanan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Melalui skema baru tersebut, cicilan rumah subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp500.000 hingga Rp700.000 per bulan. Angka itu dinilai dapat membantu pekerja yang selama ini kesulitan memenuhi syarat kemampuan bayar saat mengajukan kredit perumahan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai kelompok pekerja dan buruh merupakan segmen yang membutuhkan dukungan lebih besar dalam akses pembiayaan perumahan. Karena itu, ia mendorong BP Tapera untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi pekerja.

Dikutip dari Kompas.com, Yassierli menyebut pekerja merupakan salah satu kelompok terbesar yang membutuhkan akses terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau. Skema tenor hingga 40 tahun diharapkan dapat memperluas kesempatan mereka untuk memiliki hunian sendiri.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, semakin panjang masa kredit yang diberikan, maka semakin ringan pula beban angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan.

Dikutip dari Kompas.com, Heru mengatakan, “Dengan begitu, masyarakat yang selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi.”

Menurutnya, penurunan nilai cicilan akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi persyaratan perbankan, sehingga akses terhadap pembiayaan rumah subsidi menjadi lebih luas.

Bunga Tetap Selama Masa Kredit

Selain menawarkan tenor yang lebih panjang, usulan tersebut juga tetap mempertahankan suku bunga tetap untuk rumah subsidi. Bunga kredit rumah tapak direncanakan tetap sebesar 5 persen, sedangkan rumah susun sebesar 6 persen hingga masa pembiayaan berakhir.

Dengan skema fixed rate tersebut, debitur tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi suku bunga yang berpotensi meningkatkan cicilan di tengah masa kredit.

Ketua Komite Tapera sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendukung rencana tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Dikutip dari Kompas.com, Maruarar mengatakan, “Ada target besar yang harus kita capai. Karena itu diperlukan terobosan dan inovasi. Perpanjangan masa tenor ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah.”

Pemerintah Siapkan Regulasi Pendukung

Pembahasan dalam rapat tidak hanya menyangkut tenor KPR subsidi, tetapi juga pengembangan rumah susun sebagai solusi hunian di kawasan perkotaan yang lahan tanahnya semakin terbatas.

Anggota Komite Tapera Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hunian yang dibangun agar masyarakat semakin tertarik memilih rumah susun sebagai tempat tinggal.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, BP Tapera mengusulkan sejumlah penyesuaian kebijakan, mulai dari kuota rumah susun subsidi, perubahan aturan tenor KPR hingga 40 tahun, hingga penyesuaian premi asuransi pembiayaan.

Penyaluran FLPP Tembus 103 Ribu Unit

Di sisi lain, realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2026 terus menunjukkan tren positif.

Hingga 23 Juni 2026, BP Tapera mencatat sebanyak 81.286 unit rumah telah direalisasikan. Selain itu, terdapat 21.735 unit rumah yang telah memasuki tahap akad kredit.

Dengan demikian, total penyaluran FLPP tahun ini telah mencapai 103.003 unit rumah. Angka tersebut menjadi bagian dari target pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan bagi 350.000 unit rumah subsidi hingga akhir tahun 2026.

Untuk mengejar target tersebut, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, hingga serikat pekerja. Sementara dari sisi pasokan, koordinasi dengan pengembang terus ditingkatkan guna memastikan ketersediaan rumah subsidi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tags: Cicilan Rumah Subsidi 2026cicilan rumah subsidi 500rbrumah subsidrumah subsidi 2026
ShareScanSend
Althaf Alvarazka

Althaf Alvarazka

Related Posts

No Content Available
Next Post
rumah subsidi

Gaji hingga Rp14 Juta Kini Bisa Beli Rumah Subsidi, Pemerintah Perluas Kriteria MBR Berdasarkan Wilayah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

Royal Diamond Malang

Royal Diamond Malang

June 13, 2026
Cicilan Rumah Subsidi 2026

Cicilan Rumah Subsidi 2026 Berpotensi Turun hingga Rp500 Ribu per Bulan, Pekerja Jadi Sasaran Utama

June 28, 2026
kpr 40 tahun

KPR 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Bisa Lebih Ringan, Tapi Total Pembayaran Tembus Lebih dari Rp500 Juta

June 28, 2026
Blue Sky Garden rumah kos eksklusif

Blue Sky Garden : Rumah Kos dengan kawasan Terpadu Pertama di Malang

June 9, 2026
Perbedaan hebel asli dan palsu

Perbedaan Hebel Asli dan Palsu: 7 Cara Mudah Mengenalinya agar Tidak Salah Membeli

June 29, 2026

EDITOR'S PICK

Villa Puncak Annisa rumah malang rumah murah di malang rumah kpr rekomendasi rumah di malang

Villa Puncak Annisa Wonokoyo : Rekomendasi Hunian Modern dengan View Kota Malang yang Memikat

June 9, 2026
batu bata merah

7 Kelebihan Batu Bata Merah untuk Rumah: Kuat, Awet, Estetis, dan Ramah Lingkungan

June 9, 2026
Investasi rumah kos di Malang

Investasi Rumah Kos di Malang: 6 kawasan Paling Prospektif dengan Potensi Keuntungan Jangka Panjang

June 14, 2026
imb dan pbg

Apa Itu IMB dan PBG: Pengertian, Perbedaan, Syarat, Cara Mengurus, dan Biayanya

June 24, 2026
Properti - Zona Jatim

© 2026 Zona Jatim Properti
Portal Informasi Properti Jawa Timur

Zona Jatim Properti

  • Jual Beli
  • Berita
  • Material & Bangunan
  • Serba Serbi
  • Arsitektur & Interior

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
  • Jual Beli Properti
    • Jual Beli Rumah Subsidi
    • Jual Beli Rumah Komersil
  • Arsitektur dan Interior
  • Material dan Bangunan
  • Serba-serbi

© 2026 Zona Jatim Properti
Portal Informasi Properti Jawa Timur